9 Cara Menghitung Usia Kehamilan Yang Wajib Diketahui

7

Cara Menghitung Usia Kehamilan – Kehamilan adalah salah satu hal yang paling ditunggu oleh pasangan suami istri sekaligus menjadi anugerah yang sangat indah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Sehingga banyak para pasangan suami istri istri yang tidak sabar menanti kehadiran buah hati tercinta untuk segera lahir dan bisa melengkapi keluarga mereka.

Bagi para wanita yang sedang menjalani masa kehamilan amat sangat perlu mengetahui lengkap apa saja yang berkaitan tentang kehamilan dan janin, hal tersebut bertujuan agar kelak si ibu maupun bayi dapat melalui proses melahirkan yang aman, sehat, dan normal.

Salah satu hal penting yang harus diketahui calon ibu tentang kehamilannya yaitu mengetahui secara jelas dan benar usia kehamilan yang sedang dijalani.

Karena dengan begitu baik ibu maupun pasangan sudah dapat melakukan segala persiapan guna dalam menghadapi persalinan.

Selain itu dalam usia kehamilan yang semakin hari semakin membesar, asupan nutrisi pada janin juga harus cukup dan terpenuhi.

Oleh karena itu fungsi lain dari pentingnya mengetahui usia kehamilan yaitu agar si ibu dapat memilah-milah mana makanan yang sesuai bagi janin dalam kandungannya.

Kehamilan seorang wanita pada umumnya ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi, namun ada pula beberapa tanda-tanda lainnya seperti perubahan ukuran buah dada yang membesar dan mengencang, sering mual di pagi hari, perasaan menjadi lebih sensitif, perubahan tingkah laku dan perasaan lainnya.

Setelah melalui tahap pemeriksaan dan kemudian dinyatakan positif hamil, barulan selanjutnya anda dapat melakukan penghitungan untuk mengetahui usia kehamilan yang sedang berjalan.

Menghitung usia kehamilan kebanyakan dilakukan berdasarkan pada siklus menstruasi yaitu pada hari terakhir menstruasi.

Sehingga dari situlah nantinya akan dapat diketahui usia dan kondisi janin, serta memprediksi hari kelahirannya.

Pada perkembangan jaman yang semakin canggih dan modern ini anda dapat melakukan banyak cara guna menghitung usia kehamilan yang sedang dijalani,

Bahkan dengan teknologi atau alat kedokteran USG anda juga sudah dapat mengetahui bagaimana kondisi atau jenis kelamin pada janin saat masih dalam kandungan.

Baca Juga : 6 Tanda Tanda Kehamilan Yang Kadang Tidak Disadari

Menghitung usia kehamilan dapat dilakukan dengan memperoleh banyak sumber, akan tetapi bagi anda yang masih bingung denagn umur kehamilan janin dapat pula melakukan cara penghitungan dengan beberapa metode.

Cara menghitung usia kehamilan

Untuk itu berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Metode kalender

Metode kalender

Cara Menghitung Usia Kehamilan menggunakan Metode kalender masa haid merupakan cara manual yang dapat dilakukan untuk menghitung usia kehamilan.

Cara ini juga memerlukan ketelitian terutama mengenai siklus menstruasi karena dasar penghitungannya adalah hari terakhir menstruasi.

Cara Menghitung Usia Kehamilan menggunakan metode kalender dapat digunakan rumus neagle.

Rumus Neagle, yaitu

  • Tanggal HPHT ditambah 7
  • Bulan dikurangi 3, dan
  • Tahun ditambah 1

Contoh: apabila haid terakhir jatuh pada tanggal 13 mei 2015, maka perkiraan waktu persalinan adalah :

  • Tanggal 13 ditambah 7 = tanggal 20
  • Bulan mei (5) dikurangi 3 = bulan februari
  • Tahun 2015 ditambah 1 = 2016

Jadi perkiraan hari persalinan adalah pada 20 februari 2016.

Sistem fundus uteri

Cara menghitung kehamilan dengan sistem fundus uteri atau puncak rahim merupakan tekhnik menghitung usia kehamilan dalam minggu.

Metode sistem fundus uteri dapat dilakukan dengan cara meraba bagian rahim terutama pada bagian yang terasa menonjol di bagian perut.

Sedangkan untuk cara menghitungnya bisa dilakukan mulai dari tulang kemaluan. Letakkan dua jari mulai dari tulang kemaluan sampai fundus Uteri.

Teorinya adalah setiap dua jari menandakan 2 minggu usia kehamilan.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Cara Menghitung Usia Kehamilan menggunakan Kalkulator masa subur ini biasanya bisa dilakukan dengan aplikasi. anda tinggal menggerakkan mouse memutar lingkaran sesuai dengan kondisi kehamilan saat itu.

Dari situ anda akan mendapatkan data mengenai usia kehamilan, kondisi janin, sekaligus tanggal lahir anak anda.

Namun cara menghitung dengan metode kalkulator masa subur ini hanyalah sebatas gambaran umum saja dari perhitungan standar kehamilan.

Deteksi Gerakan Janin

Cara Menghitung Usia Kehamilan lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi usia kehamilan yaitu dengan melakukan pengamatan pada gerakan atau perkembangan janin.

Apabila janin sudah mulai bergerak-gerak dalam perut dan sudah bisa jelas dirasakan oleh calon ibu, maka diperkirakan kehamilan anda sudah memasuki minggu 18 sampai minggu ke-20.

Sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin biasanya akan mulai terasa di usia kehamilan 16 atau 18 minggu.

Ultrasonografi (USG)

USG

Cara Menghitung Usia Kehamilan menggunakan Metode USG adalah cara yang paling akurat dalam menghitung usia kehamilan.

Metode canggih alat kedokteran ini memiliki sistem keakuratan hampir mendekati 95%.

Selain itu USG juga dapat dilakukan untuk mengetahui perkembangan janin yang dapat dilihat berupa foto dalam kandungan.

Waktu yang terbaik untuk menghitung usia kehamilan dengan USG ini adalah ketika kehamilan memasuki usia 8 hingga 18 minggu maka bunda harus menjadwalkan usg.

3 Menghitung usia kehamilan dengan USG

Gestational Sac (GS)

Metode ini dapat dilakukan pada usia kehamilan 6-12 minggu.

Cara ini digunakan dengan mengukur diameter kantong kehamilan.

Biparietal Diameter (BPD)

Cara ini merupakan metode yang paling sering digunakan untuk mengontrol kondisi janin dalam kandungan.

BPD biasanya dipakai pada usia kehamilan memasuki 12 minggu yang dapat mulai dihitung untuk mengukur diameter kepala janin.

Grown Rump Length (GRL)

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Grown Rump Length (GRL) Dilakukan pada perkiraan usia 7-14 minggu. Cara ini dapat dilakukan dengan mengukur jarak antara kepala dan bokong pada janin.

Demikianlah beberapa cara menghitung usia kehamilan yang dapat anda lakukan.

Semoga dapat bermanfaat dan dipraktekan dengan mudah.

Sehingga sejak dini calon ibu dapat merawat kehamilan secara maksimal sesuai dengan usia kandunagnnya serta turut mampu mempersiapkan segala sesuatunya guna menghadapi proses persalinan.